DIKLAT PMR “Muda peduli,Muda beraksi dalam pengembangan pengobatan”.

     Mojokerto,17 Mei 2025.Diklat PMR MA Salafiyah Syafiiyah: Membentuk Relawan Muda Tanggap dan HumanisMadrasah Aliyah (MA) Salafiyah Syafiiyah kembali menggelar kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Palang Merah Remaja (PMR) bagi siswa-siswinya. Acara yang berlangsung selama dua kali pertemuan dalam dua minggu pada hari sabtu, di lingkungan madrasah dan area sekitarnya ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kemanusiaan, melatih keterampilan pertolongan pertama, serta membentuk relawan muda yang tanggap dan siap membantu sesama. Diklat PMR ini merupakan agenda tahunan MA Salafiyah Syafiiyah sebagai wadah pembinaan ekstrakurikuler yang penting. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam tentang  keterampilan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K),pembalutan luka,pemindahan korban,jenis jenis luka, serta menanamkan nilai-nilai luhur seperti kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan,dan kesatuan. Yang menjadi landasan gerakan Palang Merah.

Para peserta, yang terdiri dari siswa-siswi kelas X dan XI, tampak antusias mengikuti setiap sesi materi dan praktik yang telah disiapkan oleh tim pelatih dari PMI  dan para pembina PMR MA Salafiyah Syafiiyah. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan sejarah PMR dan PMI, prinsip-prinsip dasar P3K (seperti penanganan luka ringan, pendarahan, patah tulang, dan syok), serta teknik evakuasi korban.

Selain materi teoritis, peserta juga aktif terlibat dalam simulasi berbagai kasus kegawatdaruratan. Mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan diberikan skenario kejadian yang membutuhkan tindakan pertolongan pertama. Dalam simulasi ini, mereka belajar bagaimana mengidentifikasi masalah, mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, serta bekerja sama dalam tim untuk memberikan bantuan yang efektif.

Kegiatan Diklat PMR ini diikuti oleh  30 siswi MA Salafiyah Syafiiyah yang tergabung dalam ekstrakurikuler PMR. Mereka didampingi oleh kak Ainun Nadifa, selaku pembina PMR madrasah. Untuk memberikan pelatihan yang berkualitas dan sesuai standar, pihak madrasah bekerja sama dengan PMI  yang mengirimkan tim pelatih profesional dan berpengalaman di bidang kepalangmerahan. Kehadiran para pelatih dari PMI ini sangat berharga karena mereka tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga berbagi pengalaman nyata dalam menangani berbagai situasi darurat.

Diklat PMR MA Salafiyah Syafiiyah dilaksanakan selama dua kali pertemuan dalam dua minggu, yaitu pada hari Sabtu tanggal 10 Mei 2025 dan 17 Mei 2025. Pada pertemuan pertama, kegiatan difokuskan pada penyampaian materi-materi dasar dan praktik simulasi di lingkungan madrasah. Sementara itu, pada hari kedua, peserta diajak untuk melakukan praktik lapangan di area sekitar madrasah untuk mengaplikasikan keterampilan yang telah mereka pelajari dalam konteks yang lebih nyata.

 

Sebagian besar kegiatan Diklat PMR ini berlangsung di lingkungan MA Salafiyah Syafiiyah, memanfaatkan ruang kelas untuk penyampaian materi dan lapangan madrasah untuk simulasi praktik. Pada hari kedua, untuk memberikan pengalaman yang lebih beragam, sebagian kegiatan praktik dilakukan di area sekitar madrasah, tentu saja dengan pengawasan ketat dari para pembina dan pelatih. Pemilihan lokasi ini bertujuan agar peserta dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan yang mungkin mereka hadapi ketika memberikan pertolongan di kemudian hari.

Pembina PMR MA Salafiyah Syafiiyah,kak Nadifa, dalam sambutannya saat pembukaan Diklat menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang peduli terhadap sesama dan memiliki keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama. Beliau berharap, melalui Diklat ini, para siswa tidak hanya menjadi anggota PMR yang aktif, tetapi juga menjadi agen perubahan yang dapat menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Senada dengan hal tersebut, Annisa Syafania Rahma, selaku ketua panitia pelaksana, mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap kegiatan ini. Ia berharap, Diklat ini dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi seluruh peserta dan memotivasi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan diri sebagai calon relawan masa depan.

Proses pembelajaran dalam Diklat PMR ini dirancang secara interaktif dan menyenangkan. Para pelatih menggunakan metode ceramah singkat, diskusi kelompok, dan yang paling penting adalah praktik simulasi. Metode ini dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta dan melatih keterampilan mereka secara langsung.  perlengkapan P3K, ambulans dan materi visual juga membantu peserta dalam memahami materi dengan lebih baik.

Di akhir kegiatan, para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang prinsip-prinsip kepalangmerahan, mahir dalam melakukan pertolongan pertama pada berbagai kasus, serta memiliki jiwa relawan yang kuat. Diklat PMR ini bukan hanya sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga merupakan investasi penting dalam membentuk generasi muda yang tanggap, peduli, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *