Satu Suara,Sejuta Perubahan:Pemilos MA Salafiyah Syafi’yah.

Mojokerto 22 Agustus 2025 – Suasana demokrasi tampak begitu terasa di lingkungan MA Salafiyah Syafi’iyah, saat kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM.Digelar dengan khidmat dan meriah. Acara ini berlangsung pada hari Jumat, 22 Agustus 2025, bertempat di Auditorium KH. Yunus.

Pemilos adalah singkatan dari Pemilihan OSIS, sebuah ajang pemilu siswa yang bertujuan untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIM baru periode 2025/2026. Kegiatan ini diadakan secara langsung dengan sistem yang meniru pemilu nasional, termasuk adanya kampanye, pemungutan suara, dan perhitungan suara secara transparan. Para siswa diberikan kesempatan untuk memilih secara langsung pasangan calon yang mereka anggap layak memimpin organisasi siswa di madrasah.

Kegiatan ini melibatkan seluruh komponen sekolah, mulai dari panitia penyelenggara yang terdiri atas guru pembina OSIM dan pengurus OSIM demisioner, para kandidat ketua-wakil ketua OSIS, serta seluruh siswa MA Salafiyah Syafi’iyah sebagai pemilih. Turut hadir pula Kepala Madrasah, dewan guru. Suasana menjadi lebih semarak dengan antusiasme para siswa yang mengenakan atribut dukungan bagi pasangan calon mereka.

Pemilos dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2025. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pembukaan resmi oleh Kepala Madrasah, dilanjutkan dengan penyampaian visi-misi para kandidat, pemungutan suara, dan ditutup dengan pengumuman pasangan yang terpilih.

Acara berlangsung di Auditorium KH. Yunus, salah satu gedung serbaguna yang menjadi pusat kegiatan besar di lingkungan MA Salafiyah Syafi’iyah. Tempat ini dipilih karena mampu menampung ratusan siswa dan memiliki fasilitas lengkap untuk kegiatan berskala besar.

Pemilos merupakan bagian dari pendidikan karakter dan demokrasi di lingkungan sekolah. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, serta memberikan pengalaman langsung tentang pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi. Kepala Madrasah dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini menjadi latihan nyata bagi siswa untuk mengenal proses demokrasi secara sehat, jujur, dan adil.

Sebelum hari-H, para kandidat telah mengikuti tahapan seleksi dan diberi kesempatan kampanye di kelas-kelas. Pada hari pemungutan suara, panitia menyediakan tab untuk proses pemilihan . Proses pemungutan dilakukan secara bergiliran per kelas untuk menghindari kerumunan. Hasil akhir diumumkan langsung di hadapan seluruh siswa, disambut dengan sorak sorai dari para pendukung pasangan terpilih.

Kegiatan Pemilos ini bukan hanya menjadi ajang pemilihan pengurus OSIM, tetapi juga menjadi momen penting dalam membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya demokrasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial. MA Salafiyah Syafi’iyah membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari ruang kelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *