Mojokerto, 31 Maret 2026 – Madrasah Aliyah (MA) Trendis Salafiyah Syafi’iyah menggelar peringatan Milad dengan khidmat dan meriah pada Selasa (31/3/2026). Acara yang bertempat di Auditorium KH. Yunus ini dihadiri oleh seluruh peserta didik, dewan guru, serta para petinggi yayasan. Perayaan milad tahun ini mengusung semangat menuntut ilmu dan mempererat silaturahmi antara seluruh sivitas akademika.
Acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh salah satu anggota OSIM. Doa bersama ini diperuntukkan untuk mengenang jasa para pendiri madrasah serta mendoakan agar lembaga pendidikan ini terus berkembang dan melahirkan generasi-generasi unggul yang berakhlakul karimah. Suasana khidmat terasa menghanyutkan seluruh auditorium saat lantunan ayat suci dan doa dipanjatkan untuk hadirat Allah SWT.
Usai tahlil, acara dilanjutkan dengan Perayaan dari KH. Masduqi Yunus, BA. Dalam Berbagai yang penuh motivasi, beliau menekankan betapa pentingnya menuntut ilmu bagi para siswa. “Ilmu adalah cahaya yang akan mengakhiri kehidupan dunia dan akhirat,” ujar KH. Masduqi dengan penuh semangat.
Beliau juga mengutip sebuah hadits yang masyhur, Uthlub al-‘ilma walaw bi as-shini” (اُطْلُبُوْا العِلْمَ وَلَوْ في الصِّينِ) yang artinya “Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China”.” KH. Masduqi berpesan agar para siswa tidak pernah lelah dalam mengejar ilmu pengetahuan, meskipun harus menempuh jarak yang jauh atau menghadapi berbagai rintangan. “Jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang sudah diperoleh. Teruslah belajar dan menggali ilmu pengetahuan seluas-luasnya, karena ilmu tidak akan pernah ada habisnya,” tambahnya.
Sambutan tersebut mendapat sambutan hangat dari seluruh yang hadir. Para siswa tampak antusias mendengarkan pesan-pesan bijak dari tokoh yang sangat dihormati di lingkungan MA Trendis Salafiyah Syafi’iyah ini. Usai Perayaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh KH. Masduqi Yunus, BA, untuk memohon keberkahan bagi seluruh peserta milad dan madrasah.
Rangkaian acara kemudian memasuki momen yang dinanti-nanti, yaitu pemotongan tumpeng. Prosesi ini dilakukan oleh Bapak Mulyono, S.Pd, S.Ag, sebagai simbol rasa syukur atas pencapaian madrasah selama ini. Tumpeng yang dihias indah tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh dewan guru sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Setelah suasana semakin cair, panitia yang terdiri dari anggota OSIS memimpin sesi icebreaking. Berbagai permainan interaktif dan yel-yel semangat dibawakan dengan energik, membuat seluruh peserta yang hadir menjadi lebih akrab dan suasana semakin meriah. Antusiasme siswa terlihat dari tawa dan sorak sorai yang menggema di seluruh auditorium.
Acara semakin semarak dengan pentas seni berupa drama pendek yang ditampilkan oleh setiap angkatan siswa-siswi MA Trendis Salafiyah Syafi’iyah. Setiap angkatan menampilkan kreativitas mereka melalui naskah drama yang sarat akan pesan moral . Penampilan para siswa mendapat apresiasi tinggi dari dewan guru dan petinggi yayasan yang hadir. Drama-drama tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya akhlak mulia, persaudaraan, dan semangat belajar.
Sebagai penutup rangkaian acara milad, seluruh peserta diajak untuk sesi foto bersama. Momen ini menjadi kenangan manis yang akan dikenang oleh seluruh civitas akademika MA Trendis Salafiyah Syafi’iyah. Wajah-wajah ceria para siswa, guru, dan petinggi yayasan terabadikan dalam satu bingkai, menandakan kebersamaan dan solidaritas yang kuat di lingkungan madrasah.
Peringatan milad kali ini bukan sekedar seremonial belaka, namun menjadi momentum untuk kembali memacu semangat belajar dan mengajar. Dengan semangat “menuntut ilmu sampai ke negeri Cina”, diharapkan seluruh siswa MA Trendis Salafiyah Syafi’iyah dapat terus berprestasi dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa.
Acara berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kekeluargaan. Semoga dengan milad ini, MA Trendis Salafiyah Syafi’iyah semakin jaya dan terus mencetak generasi-generasi rabbani yang unggul dalam ilmu dan akhlak.
Oleh Tim Redaksi : Nabila Hans XI MIPA dan Aisyah N XI MIPA