Lutfiyatur Rohmah, Santri Tangguh yang Khatam 30 Juz Meski Ditinggal Orang Tua.

Mojokerto,22 November 2025-Di balik senyum tenang seorang santriwati asal Sumput, Medali Puri, Mojokerto, tersimpan perjuangan luar biasa yang layak menjadi teladan. Dialah Lutfiyatur Rohmah, alumni pesantren yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz pada 24 Juli 2023, setelah menghafal selama tujuh tahun sejak 2016. Perjalanan spiritualnya tidak hanya penuh disiplin, tapi juga diwarnai duka mendalam: ditinggal kedua orang tua sejak remaja. Namun, justru di tengah kesedihan itulah semangatnya untuk terus maju semakin menguat.

Lutfiyatur Rohmah adalah santri yang berhasil menghafal seluruh Al-Qur’an (30 juz) dan resmi khatam pada 24 Juli 2023. Ia menggunakan metode disiplin: menargetkan satu halaman ziyadah  setiap kali setor. Setelah khatam, ia terus menjaga hafalannya dengan mencari partner semaan — saling menyimak bacaan Al-Qur’an — agar tetap istiqomah.

Lutfiyatur Rohmah, remaja asal Sumput, Medali Puri, Mojokerto, yang tumbuh dalam keluarga yang berbasis Qur’ani. Sejak kecil, ia ditanamkan nilai-nilai Al-Qur’an oleh kedua orang tuanya. Sayangnya, di tengah perjalanan hafalannya, ia ditinggal kedua orang tua. Namun, dukungan dari kakaknya menjadi penguat utama baginya untuk terus melangkah.

Perjalanan hafalannya dimulai pada 2016, dan berakhir tepat pada 24 Juli 2023. Selama masa itu, ia menjalani proses di pondok pesantren, lalu melanjutkan kuliah sambil tetap menjaga komitmen terhadap Al-Qur’an. Ia membagi waktunya dengan ketat: pagi hingga sore untuk kuliah dan tugas, habis Maghrib dan Subuh khusus untuk “nderes” (mengulang hafalan).

Lutfiyatur menghafal di pondok pesantren yang terintegrasi dengan madrasah, tempat ia belajar ilmu umum dan agama secara seimbang. Saat kuliah, ia tetap menjaga hafalan meski tidak berada di lingkungan pesantren lagi, menunjukkan kemandirian spiritual yang luar biasa.

Motivasi awalnya berasal dari latar belakang keluarga yang Qur’ani. Namun, tantangan terberat datang ketika ia kehilangan kedua orang tua dan sempat tidak ingin melanjutkan hafalan. Yang menyelamatkannya adalah dukungan kakak dan kenangan akan pesan ibunya: “Teruslah dekat dengan Al-Qur’an.” Baginya, Al-Qur’an bukan hanya hafalan, tapi penghibur di saat sepi.

Lutfiyatur memiliki strategi waktu yang terstruktur:
Di sekolah/pondok: waktu belajar ilmu umum terpisah dari waktu menghafal.
Saat kuliah: habis Maghrib dan Subuh digunakan untuk nderes, selebihnya fokus pada tugas kampus. Saat merasa mental “buntu” dan tidak bisa muroja’ah, ia membaca quotes Qur’ani untuk kembali membangkitkan semangat.
Kunci istiqomahnya: menentukan satu waktu khusus setiap hari yang tidak boleh dilewatkan, apapun keadaannya.

Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat mengikuti Tahfizh Camp, di mana penilaiannya sangat menegangkan. “Benar-benar bikin deg-degan, tapi justru di situlah mental santri dibentuk,” kenangnya.

Saat khatam, perasaannya campur aduk: bahagia, sedih, dan tak menyangka bisa sampai di titik itu. “Semua perjuangan terbayar,” ujarnya.

Untuk pembaca, Lutfiyatur berpesan:
“Kalian nggak bisa stuck di tempat. Maka dari itu, tolong maksimalkan usaha kalian. Jangan sampai molor-molor.”

Untuk madrasah yang pernah menaunginya, ia menyampaikan kesan haru:
“Kenapa nggak dari dulu kayak gini?”
Dan pesannya penuh makna“Jangan sampai lupa perjuangan madrasah yang dulu begitu sederhana, hingga sekarang bisa melangkah begitu jauh.”

Kisah Lutfiyatur Rohmah mengajarkan bahwa kekuatan iman, dukungan keluarga, dan kedisiplinan waktu mampu mengantarkan seseorang melewati duka terdalam sekalipun. Ia bukan hanya santri yang hafal Al-Qur’an, tapi pejuang yang menjadikan Al-Qur’an sebagai teman setia di setiap fase hidupnya.

Bagi generasi muda, terutama pelajar dan santri, kisahnya adalah pengingat: jangan pernah meremehkan langkah kecil yang konsisten — karena dari sanalah mukjizat ketekunan lahir.

Oleh Tim Redaksi:Nabila Hans XI MIPA dan Aisyah N XI MIPA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *